Sejarah pertempuran Surabaya adalah salah satu peristiwa penting yang berkaitan dengan jalan Indonesia menuju kemerdekaan. Anda pasti memahami dari Pelajaran di sekolah, bahwa negara ini telah dijajah beratus – ratus tahun oleh Belanda, lalu dilanjutkan oleh Inggris dan Jepang.
Pertempuran semakin menjadi hingga menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak, namun warga setempat berhasil menang dengan menyobek bagian biru dari bendera. Lalu bendera merah putih dikibarkan untuk menyatakan kemenangan.
Dari banyak pertempuran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada zaman dahulu, peristiwa di Surabaya adalah salah satu kejadian yang masih selalu dikenang sebagai hari pahlawan hingga saat ini, yaitu tepatnya pada 10 November.
Latar Belakang Sejarah Pertempuran Surabaya

Pertempuran di Surabaya bermula dari kedatangan pasukan AFNEI pada tanggal 25 Oktober 1945. Pasukan AFNEI datang melalui pelabuhan Tanjung Perak dengan kekuatan sebanyak 6000 tentara. pasukan AFNEI tersebut dipimpin oleh jenderal Aubertin Walter Sothern Mullaby. Kedatangan pasukan tersebut bertujuan untuk melucuti senjata dari tentara Jepang kemudian mengamankan tawanan perang. Awalnya warga Surabaya sudah memegang senjata dari tentara Jepang tersebut. Namun ternyata pihak AFNEI ingin merebutnya kembali.
Selain itu, pasukan AFNEI juga ingin membebaskan tawanan perang yang ada di kota tersebut. dengan kekuatan 6000 tentara, pihak AFNEI masuk ke dalam penjara – penjara agar bisa langsung membebaskan tawanan perang. Tentu saja hal ini membuat warga setempat marah. Semula, tawanan perang ini ditahan di Surabaya karena kedatangan AFNEI pada bulan September 1945 yang tidak diundang dan tidak dikoordinasikan dengan pimpinan Surabaya. Misi pembebasan tawanan ini akhirnya menjadi awal mula sejarah pertempuran Surabaya.
Meskipun pada saat itu Indonesia seharusnya sudah Merdeka, namun tetap ada perang di berbagai daerah lainnya, karena sisa – sisa perang sebelumnya masih belum benar – benar bersih. Namun perang yang terjadi di kota pahlawan ini tentu tidak membuat semangat pahlawan menjadi kendor. Justru dengan berbagai pengalaman sebelumnya, banyak warga Surabaya semakin berani melindungi wilayahnya dan melawan pasukan AFNEI berjumlah 6000 orang.
Kronologi Lengkap Sejarah Pertempuran Surabaya

Pasukan AFNEI yang kebanyakan berasal dari Inggris mulai menduduki berbagai wilayah penting di kota ini. Seperti menduduki pusat kereta api, kantor pos, gedung BPM, dan pusat mobil. Hal ini dilakukan pasukan AFNEI dan pimpinannya sambil menangkan tokoh – tokoh muda penting. Selagi menangkap para tokoh, pasukan AFNEI juga menyerbu penjara Kalisosok untuk membantu membebaskan pasukan belanda yang ditahan. Pembebasan ini dilakukan keesokan harinya setelah tiba di pelabuhan Tanjung Perak, yaitu pada tanggal 26 Oktober 1945 malam.
Semua warga sudah memahami kejadian ini, sehingga situasi semakin tidak terkendali. Apalagi pada tanggal 27 Oktober 1945, pasukan AFNEI menyebarkan selebaran resmi melalui pesawat. Isi selebaran itu adalah perintah untuk menyerah pada AFNEI dalam waktu 48 jam. Namun warga tidak menyerah begitu saja, dibuktikan oleh siaran radio yang berisi seruan untuk mengusir AFNEI dari wilayah tersebut. Sejarah pertempuran Surabaya tentu harus berakhir baik untuk warga, karena paksaan atau ultimatum untuk menyerah pada AFNEI tidak masuk akal.
Kemudian berbagai perlawanan dilakukan oleh warga setempat, sehingga pihak AFNEI mulai terpojok dan warga berhasil mengamankan daerah kekuasaan AFNEI sebelumnya. Perlawanan ini juga dibantu oleh pihak yang bertanggung jawab seperti tentara, polisi dan sejenisnya. Namun kemudian warga juga melihat pengibaran bendera merah, putih, biru yaitu bendera Belanda di hotel Yamato. Bendera tersebut dikibarkan oleh Ploegman dan pasukannya dari AFNEI. Melihat kejadian ini, warga semakin marah dan menyerbu hotel Yamato.
Makna dari Sejarah Pertempuran Surabaya

Memahami sejarah perjuangan Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaannya memang sangat menyentuh hati. Semua siswa yang mempelajari sejarahnya tentu memahami seberapa besar perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia. Dari pertempuran di kota pahlawan ini, makna yang bisa diambil adalah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan masih belum selesai. Bahkan setelah Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, pihak negara penjajah masih berusaha mengambil alih Indonesia.
Meskipun telah dinyatakan Merdeka, namun perjuangan dari masyarakat juga harus tetap dilakukan hingga saat ini. Masyarakat harus tetap waspada dan melanjutkan perjuangan pahlawan sebelumnya, yaitu dengan belajar rajin dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sama halnya dengan sejarah pertempuran Surabaya tersebut, semua lapisan masyarakat harus memiliki keteguhan di dalam diri dan berani menyuarakan haknya. Seperti pahlawan yang terus berjuang, masyarakat juga tidak boleh menyerah dalam mendapatkan kemerdekaannya sendiri.
Perjuangan di kota pahlawan dari tanggal 25 Oktober sampai 10 November 1945 menimbulkan banyak korban jiwa bahkan hingga ratusan ribu. Namun semangat pahlawan tidak pernah surut, sehingga makna ini sudah sepatutnya dijadikan pelajaran bagi semua lapisan masyarakat. Sampai saat ini tanggal 10 November masih diperingati sebagai hari pahlawan. Monumen tugu pahlawan juga diresmikan pada tahun 1951 berdasarkan sejarah pertempuran Surabaya tersebut.
