Fakta Menarik Kaisar Marcus Aurelius, Tokoh Filsuf Stoic

Kaisar Marcus Aurelius bukan hanya seorang pemimpin melainkan juga tokoh filsuf Stoic yang bijaksana ini beragam fakta menarik tentangnya

Sudahkah Anda mendengar tentang pemimpin dari Romawi bernama Kaisar Marcus Aurelius? Ia adalah sosok yang begitu populer bukan hanya karena menjadi seorang pemimpin. Melainkan juga menjadi tokoh filsuf Stoic yang bijaksana.

Romawi sendiri mempunyai sejarah panjang dalam perkembangan peradaban dunia. Anda bisa menganggapnya sebagai salah satu peradaban paling kuat yang pernah berjaya di dunia.

Marcus Aurelius termasuk salah satu kaisar yang turut berkontribusi dalam kemajuan Romawi. Mari menyimak fakta menarik mengenai sosok berpengaruh tersebut.

Fakta Menarik Kaisar Marcus Aurelius

Jika Anda pernah membaca literatur mengenai filsafat stoic atau filosofi teras, mungkin sudah tidak asing dengan nama Marcus Aurelius. Ini dia fakta menarik tentangnya.

Ternyata inilah fakta menarik seputar Kaisar Marcus Aurelius.

1. Keturunan Keluarga Terkemuka Romawi

Salah satu fakta menarik tentang Kaisar Marcus Aurelius ialah tentang keluarganya. Ia merupakan keturunan keluarga terkemuka Romawi.

Sosok tersebut terlahir ketika tanggal 26 April 121 M di kota Roma. Mempunyai nama lengkap terbilang panjang, yakni Caesar Marcus Aurelius Antoninus Augustus.

Kakek dari pihak ayahnya pernah menjadi seorang konsul hingga 3 kali. Sementara nenek dari pihak ibunya ialah seorang pewaris yang cukup kaya. Tidak berhenti sampai di situ, pamannya yang bernama Aurelius Antoninus ialah sosok Kaisar Romawi.

2. Anak Angkat dari Antoninus Pius

Anda perlu tahu ketika masih anak-anak, Kaisar Marcus Aurelius telah menunjukkan kemauan untuk bekerja keras. Ia juga merupakan sosok anak yang cerdas. Sifat tersebut membuatnya tampak menarik bagi Kaisar Hadrian.

Ketika calon kaisar berikutnya meninggal, Hadrian memilih untuk menjadikan Titus Aurelius Antoninus sebagai penggantinya. Sesudah mengadopsinya, ia juga membuatnya mengadopsi Marcus Aurelius.

Tatkala berumur 17, akhirnya ia menjadi putra angkat dari Antoninus. Lantas, bekerja keras dengan ayah angkatnya. Termasuk juga belajar mengenai pemerintahan dan urusan publik.

3. Terjun ke Dunia Politik

Ketika tahun 140, sosok ini menjabat sebagai konsul atau senat. Setelah tahun tersebut, ia juga masih memegang jabatan itu. Sampai akhirnya mendapat lebih banyak tanggung jawab dan kekuasaan formal lantas begitu dipercaya oleh Antoninus.

Ia juga meneruskan pendidikan filosofinya dan terus mempelajari hukum. Begitu karirnya semakin maju, Faustina, sang putri kaisar dinikahinya ketika tahun 145.

Sepanjang hidupnya, ia mempunyai 12 anak akan tetapi tidak semua anaknya berumur panjang. Anaknya yang paling populer ialah Lucilla dan Commodus yang menjadi penerusnya.

4. Menjabat sebagai Pemimpin

Begitu Antoninus Pius meninggal di tahun 161, Kaisar Marcus Aurelius menggantikannya. Ia juga menjadikan anak angkat lain Antoninus Pius yang bernama Lucius Aurelius Verus Augustus sebagai wakil pemimpin.

Jadi, mereka berdua bertanggung jawab atas Kekaisaran Romawi. Bedanya, Verus mengurus upaya perang sedangkan Marcus Aurelius mengurus pemerintahan.

5. Menghadapi Banyak Peperangan dan Penyakit

Sebenarnya pemerintahan Antoninus termasuk damai dan makmur. Sementara Kaisar Marcus Aurelius harus menghadapi banyak perang dan penyakit.

Ketika tahun 160-an, harus berhadapan dengan kekaisaran Parthia guna menguasai tanah di Timur. Masalah lebih besar muncul tatkala pasukan yang pulang dari peperangan ternyata terserang beragam penyakit.

Lantas, penyakitnya menular ke penduduk Romawi dan menyebabkan banyak kematian. Ini adalah masalah yang cukup mempengaruhi pemerintahan.

Begitu perang Parthia selesai, ada lagi konflik militer. Yakni menghadapi suku Jerman pada penghujung tahun 160-an. Suku-suku Jerman melalui Sungai Danube dan berperang dengan Romawi.

Tentu saja peperangan kembali dilakukan untuk mempertahankan Romawi. Akan tetapi, Verus meninggal di tahun 169. Lantas, Marcus Aurelius melanjutkan perjuangannya sendiri.

6. Kematian

Saat menjalani peperangan melawan suku-suku Jerman, lantas Commodus dijadikan sebagai wakil pemimpin di tahun 177. Sehingga dapat bekerja sama dalam menghadapi musuh utara kekaisaran.

Sebenarnya Marcus Aurelius mempunyai harapan untuk menjadikan perbatasan kekaisaran lebih luas. Namun, ternyata ia tidak mempunyai umur panjang untuk bisa mewujudkan harapannya.

Ia meninggal ketika 17 Maret 180. Sementara Commodus lantas meneruskan tahta, sehingga tidak terjadi kekosongan pemimpin dan kekaisaran Romawi terus berkembang.

7. Mendapat Pendidikan Filsafat

Sosok pemimpin Romawi ini juga mendapatkan beragam pendidikan dalam bidang retorika, puisi, bahasa Yunani, Latin hingga filsafat. Pendidikan filsafat membuatnya mempunyai beragam kebijakan.

Ia mampu menahan dirinya dari beragam pelanggan dan tidak melakukan apa saja yang salah, apakah itu sengaja atau tidak sengaja. Sementara ketika orang lain yang melakukan pelanggaran, ia lebih memilih toleransi alih-alih menghukumnya.

8. Sosok Filsuf Stoic

Mungkin tidak banyak orang mengenal Kaisar Marcus Aurelius sebagai sosok pemimpin dengan kemampuan berperang terbaik. Namun, sosok tersebut lebih terkenal akan sifat kontemplatif dan pemerintahan yang mengandalkan akal.

Kumpulan pemikirannya sudah dibukukan dengan tajuk The Meditations. Buku tersebut memuat catatan hidup yang ditulisnya semasa hidup. Sampai di masa modern, buku tersebut masih cukup populer.

Meskipun menjalani hidup sebagai seorang pemimpin Romawi, sosok tersebut juga menjadi filsuf Stoic populer di masa sekarang. Banyak orang tertarik membaca maupun menerapkan pemikirannya dari buku The Meditations.

Marcus Aurelius adalah sosok pemimpin Romawi yang justru lebih terkenal sebagai filsuf Stoic. Selama hidupnya, Kaisar Marcus Aurelius menghadapi beragam perang dan permasalahan penyakit penduduk namun bisa melaluinya dengan luar biasa.

Back To Top